Fakta-Fakta Istimewa Kota Madinah yang Perlu Anda Ketahui

Ketika melaksanakan rangkaian ibadah Haji atau Umroh, salah satu kota yang akan dikunjungi adalah Madinah. Di kota Madinah, jamaah akan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah di kota yang istimewa ini.

Mengapa Madinah istimewa? Berikut adalah fakta-fakta yang membuat Madinah begitu istimewa.

1. Merupakan Kota Suci Kedua Bagi Umat Muslim
Madinah merupakan kota suci kedua bagi umat Islam, setelah Mekkah. Di Madinah, terjadi beragam kisah penyebaran Islam di masa Rasulullah, serta terdapat tiga masjid tertua. Masjid tersebut adalah Masjid Quba, Masjid Nabawi, dan Masjid Qiblatain.

Di kota ini pula, dimakamkan Rasulullah dan beberapa Sahabat, seperti Abu Bakar As Sidiq, Umar bin Khattab, serta Fatimah (putri Rasulullah) dan Hasan (cucu kesayangan Rasulullah.

2. Dikelilingi Bukit
Kota Madinah merupakan kota yang dikelilingi beberapa bukit. Ada bukit E’ir dan Wadi Al Aqiq di sebelah selatan, bukit Silaa’ di sebelah barat laut, serta Jabal Uhud, Jabal Tsur dan Wadi Qanat di sebelah utara.

Sementara itu, di sebelah timur kota Madinah merupakan Tanah Hitam (Harrah) Waqim Asy-Syariyyah, dan di sebelah baratnya adalah Harrah Wabrah Al Gharbiyyah.

3. Dijadikan Tanah Haram oleh Rasulullah
Madinah telah dijadikan sebagai Tanah Haram oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah mengharamkan Makkah dan berdoa untuknya. Dan aku mengharamkan Madinah, sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan Makkah. Dan aku berdoa untuk keberkahan Madinah, baik dalam mud maupun sha’nya. Sebagaimana Nabi Ibrahim berdoa untuk Makkah”.

4. Binatang dan Tumbuhan Dilindungi
Di Tanah Haram ini, binatang dan tumbuhan sangat dilindungi. Para ulama besar mengatakan bahwa kita diharamkan menangkap binatang buruan dan menebang pohon yang tumbuh di Madinah. Larangan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah, “Dan aku mengharamkan Madinah di antara dua tanah hitamnya. Jangan dipotong pohon-pohonnya, dan jangan ditangkap binatang buruannya” (H.R. Muslim).

Di Madinah juga dilarang berbuat maksiat atau berbuat zalim. Ali bin Abu Thalib bertutur bahwa Rasulullah bersabda, “Madinah adalah tanah haram. Letaknya di antara bukit E’ir dan bukit Tsur. Barangsiapa yang melakukan kezaliman (kemaksiatan) di dalamnya, maka baginya laknat Allah, Malaikat, dan manusia seluruhnya. Dan semua amal baiknya yang wajib maupun sunnah tidak akan diterima oleh Allah pada hari kiamat”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

5.Siapa Saja yang Berkunjung ke Madinah Akan Merasa Tenang
Ketenangan akan diperoleh bagi siapa saja yang mengunjungi Madinah. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya iman akan berkumpul di Madinah, sebagaimana berkumpulnya ular ke sarangnya” (H.R. Al-Bukhari).

6. Mulanya Bernama Yasrib
Di zaman jahiliyah, nama yang digunakan untuk menyebut Madinah adalah Yasrib. Akan tetapi, Rasulullah kemudian menggantinya. Beliau menghimbau seluruh kaum Muslimin untuk tidak menggunakan kata Yasrib, dan menyebut wilayah itu sebagai Madinah setelah Nabi hijrah ke kota itu.